6 Komentar

Tanggapan: Atas Penembakan Teyus Tabuni dan Penangkapan Buchtar Tabuni Cs

Polda Papua Segerah Ungkapkan Kasus Penembakan di Papua dan Harus Bertanggung Jawab Segerah!

Kapolres Jayapura jagan hanya meminta maaf, terkait peristiwa penembakan terhadap Teyus Tabun Kamis 7/6 itu saja. Kemudian siapa pelaku yang menewaskan terhadap dua warga Yesa Mirin dan Fanuel Taplo saat demonstran KNPB Senin 4/6 itu? Pasti pelakunya Polda Papua. Karena saat demonstrasi yang memblokade demonstran adalah tidak lain selain Kesatuan Kepolisian Polda Papua.

Pelaku Penembakan terhadap Teyus Tabuni harus lakukan proses hukum, tetapi proses hukum sesuai dengan KUHP dan bukan di pengadilan Militer tetapi harus di pengadilan Sipil.

Pelaku anggota kepolisian yang melakukan penembakan adalah; tindak pidana paling lama lima belas tahun. Sesuai KUHP Bab XIX – Kejahatan Terhadap Nyawa. Pasal 338: Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Pelaku harus dikenakan dua pasal tindak pidana Kejaahatan yaitu, Pasal 338 dan Pasal 339. Ditegaskan kembali pelaku harus adili di Pengadilan sipil jangan di pengadilan Militer. Jika di Pengadilan Militer, maka dengan syarat menggunakan KUHP Pasal 338 dan 339.

Kemudian, sama juga pelaku pembakaran rumah warga dan mengakibatkan korban nyawa di Wamena pun sama harus diproses hukum di pengadilan sipil sesuai KUHP BAB XIX Pasal 338 dan Bab VII – Kejahatan Yang Membahayakan Keamanan Umum Bagi Orang Atau Barang, Pasal 187: Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam:

1. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang;

2. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain;

3. dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan mengakibatkan orang mati.

Tanggapan atas Penangkapan Buchtar Tabuni Cs

Pengkapan Buchtar dengan tuduhan melakukan tindakan pengrusakan LP 2010 yang lalu, itu tidak benar. Karena kasus itu sudah pernah ditangani oleh Polres Jayapura dan Polda itu selesai, tidak ada lagi. Pengrusakan terjadi bukan karena keinginan sendiri Buchtar Tabuni melakukan itu tidak. Polda harus tau pengrusakan terjadi karena dampak dari apa? Kalau mau bilang terkait kasus pengrusakan LP, maka yang salah bukan Buchtar Tabuni, tetapi silakan tangkap Antonius Ayorbaba. Karena dialah yang ijinkan polisi masuk di rumah warga binaan, dalam kepentingan apa? Mengakibatkan anggota polisi mengkroyok Buchtar sampai mulut darah-darah. Pengrusakan terjadi karena dampak dari itu, berarti siapa pelaku, yang jelas Polisi yang melakukan penganijayaan terhadap Buchtar dan yang mengijinkan anggota Polisi masuk adalah Antonius Ayorbaba sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan waktu itu. Buchtar tidak bersalah melakukan pengrusakan, yang melakukan penganijayaan terhadap Buchtar itu anggota Polisi, maka dengan jelas, pelaku Polisi yang bersalah Polisi, Bukan Buchtar.

Buchtar Tabuni tidak melakukan tindak pidana. Oleh sebab itu, Polda Papua jangan lakukan proses hukum terhadap Buchtar Cs. Segerah bebaskan tanpa syarat. Dalam waktu dekat.

by Yasons Sambom

Iklan

6 comments on “Tanggapan: Atas Penembakan Teyus Tabuni dan Penangkapan Buchtar Tabuni Cs

  1. saya tidak tau apa yg sebenarnya misi knpb, tetapi sejauh ini organisasi ini banyak memprovokatori masyarakat baik media maupun masyarakat pedalaman untuk berjuang melawan negara/aparat negara/putusan negara, dan hal ini sudah berindikasi adanya usaha yg disebut makar, hal ini jelas sudah tidak sesuai dengan undang2 RI. maka dari itu seluruh negara baik didunia bagian manapun tidak menginginkan hal tersebut. terima kasih.

  2. waa kaka mengutarakan pendapat itu hak kita tapi jangan pakai anarkis…
    jangan lah kita menyakiti saudara kita sendiri “kita sudah MERDEKA” sudah lama…!

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: